Harga Yearn.Finance tembus Rp1,39 miliar, jauh lebih mahal daripada harga Bitcoin.

Jakarta, TechnoBusiness Crypto – Percaya enggak percaya harga Yearn.Finance (YFI), aset kripto dengan peringkat 55 dari total 9.717 token global, lebih mahal daripada harga Bitcoin.

Baca Juga: SpaceX Akan Luncurkan Satelit Doge-1 ke Bulan

Dalam pantauan TechnoBusiness Crypto di Coinmarketcap.com, harga Yearn.Finance per jam 12.10 siang ini tembus US$87.856 per YFI, naik 43% dibanding perdagangan kemarin.

Di Indonesia, seperti yang tertera di bursa perdagangan aset kripto Indodax, harga Yearn.Finance mencapai Rp1,39 miliar. Luar biasa, bukan?

Harga Yearn.Finance setinggi itu jelas cukup mengagetkan penggemar aset kripto karena selama ini yang dikenal termahal adalah Bitcoin (BTC).

Di saat harga Yearn.Finance semahal itu, harga Bitcoin berada di kisaran US$57.467 atau sekitar Rp849,7 juta per BTC.

Harga Yearn.Finance bisa semahal itu, menurut analisis TechnoBusiness Crypto, karena dipengaruhi oleh suplainya yang sangat sedikit, yakni hanya 36.666 YFI.

Baca Juga: Gokil! Harga Ethereum Naik Dua Kali Lipat Sebulan

Sejak diluncurkan oleh Andre Cronje pada Februari 2020, saat ini Yearn.Finance yang sudah tertambang sebanyak 36.634,94 YFI atau hampir 100%.

Yearn.finance adalah layanan agregator untuk investor keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang memungkinkan dapat memaksimalkan keuntungan dari hasil pertanian.

Kehadiran Yearn.Finance merupakan lanjutan dari proyek iEarn yang ditutup dengan tujuan untuk menyederhanakan ruang DeFi yang terus berkembang bagi investor yang tidak berpikiran teknis.

Meski sejauh ini harganya paling fantastis, kapitalisasi pasar Yearn.Finance tercatat hanya sebesar US$3,2 miliar. Itu mungkin karena suplainya yang sedikit.

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness Crypto – Foto: Yearn.Finance

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here